Kamis, 29 Januari 2009

UGM Kembangkan KKN-PPM Berbasis Teknologi Informasi

UGM tengah berupaya meningkatan kualitas pelaksanaan program KKN-PPM, dengan mengembangkan sistem KKN-PPM berbasis teknologi informasi atau dikenal dengan e-KKN PPM yang diharapkan dapat dijadikan sebagai pengembangan model sistem aplikasi e-sistem berskala nasional dalam penerapan program pengabdian masyarakat.

Kepada wartwan, Rabu (28/1) di Kampus UGM, Bulaksumur, Sekretaris LPPM UGM, Dr. R. Wisnu Nurcahyo mengatakan perubahan paradigma pelaksanaan KKN UGM menjadi KKN-PPM dan ditunjuknya UGM sebagai koordinator KKN-PPM untuk seluruh Indonesia membawa konsekuensi bagi UGM untuk berinteraksi dengan berbagai stakeholder melalaui program KKN PPM berbasis teknologi informasi.

”Pengembangan e-KKN PPM ini menjadi penting untuk mendukung hal tersebut,” kata Wisnu.

Pengembangan e-KKN PPM tersebut, tandas Wisnu, LPPM UGM bekerjasama dengan Tim INHERENT dan selama dua hari 27-28 Januari 2009 melakukan sosialisasi dan diseminasi mengenai sistem aplikasi e-KKN PPM kepada 18 fakultas dilingkungan UGM, Pemda Se DIY dan Jateng serta kepada tujuh perguruan tinggi dari seluruh indonesia yang ditunjuk sebagai koodinator wilayah KKN-PPM UGM.

Kepala Bidang Pengelolaan KKN-PPM, Pengembangan UMKM dan Pelayanan Masyarakat LPPM UGM, Dr. Joko Prastowo, menjelaskan kegiatan sosialisasi untuk fakultas dan pemerintah daerah, diselenggarakan tanggal 27 Januari 2009. Sedangkan sosialisasi untuk tujuh simpul perguruan tinggi yang menjadi koordinator wilayah KKN-PPM yaitu Universitas Negeri Andalas Padang, Universitas Negeri Diponegoro Semarang, Universitas PGRI Adibuana Surabaya, Universitas 45 Makasar, Universitas Nusa Cendana Kupang, Universitas Padjajaran Bandung dan Universitas Negeri Tanjungpura, Kalimantan Barat dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2009.

Melalui kegiatan ini, kata Joko, diharapkan akan mampu meningkatkan awareness dan ketrampilan sivitas akademika di lingkungan Universitas Gadjah Mada, perguruan tinggi yang menjadi koordinator wilayah KKN-PPM dan Pemerintah Daerah di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam penguasaan e-KKN-PPM dan jaringan kerjasama antara UGM dengan Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah melalui pelaksanaan KKN-PPM berbasis Teknologi Informasi.

Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Nusa Cendana Nusa Tenggara Timur, Drs. Paul Isliko, M.Si yang menjadi salah satu peserta acara sosialisasi mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membantu peningkatan kerjasama dalam bidang pengabdian masyarakat di universitasnya dan menjalin jejaring KKN PPM untuk skala nasional.

”Secara teknis, program teknologi informasi yang dirancang cukup terinci dimana data-data dan informasi dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan untuk untuk pengembangan kegiatan pengabdian masyarakat,” tegasnya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

sumber: http://www.ugm.ac.id/

UGM Peringkat 64 Asia dan Teratas di Indonesia



UGM kembali menjadi universitas yang terbaik di Indonesia. Setelah sukses menduduki peringkat 74 Perguruan Tinggi Asia dan teratas di Indonesia tahun 2008, maka rating webometrics untuk web milik UGM http://ugm.ac.id di tahun 2009 naik ke posisi 64 dalam daftar peringkat 100 besar Perguruan Tinggi unggulan Asia yang diumumkan bulan januari ini. Dalam daftar tersebut, hanya ada 2 perguruan tinggi Indonesia yang masuk, yakni UGM pada peringkat 64 dan ITB pada peringkat 71.

Sementara dalam daftar peringkat 5000 perguruan tinggi unggulan dunia, sedikitnya 33 perguruan tinggi dari Indonesia masuk dalam daftar tersebut. Adapun, UGM menempati posisi 623 dunia, ITB 676 dan UI 906. Diikuti Universitas Gunadarma 1604, ITS 1762, STT Telkom 1960, dan Univ Petra 2013 dunia.

Menanggapi perbaikan peringkat yang diraih UGM ini, Kepala Pusat Pelayanan Teknologi Informasi Komunikasi UGM, Drs Bambang Prastowo Msc mengatakan, naiknya peringkat UGM ini karena semakin banyaknya komunitas UGM yang memanfaatkan domain ugm.ac.id tidak hanya mendownload informasi tapi juga mempublikasikan karyanya.

“Jadi dalam enam bulan terakhir semakin banyak warga UGM yang mempublikasikan karyanya lewat content ugm.ac.id,” kata Bambang Pras, Kamis (29/1) di Kampus UGM, Bulaksumur.

Menurut Bambang, Webometrics dalam memeringkat Perguruan Tinggi atas dasar keunggulan dalam publikasi elektronik (e-publication) yang terdapat dalam domain web masing-masing Perguruan Tinggi. Untuk mengukur keunggulan tersebut, tambahnya, webometrics menggunakan 4 indikator, Size (S), yakni jumlah halaman publikasi elektronik yang terdapat dalam domain web PT, Visibility (V) atau jumlah halaman lain yang mencantumkan URL domain PT yang dinilai, Rich Files (RF) yakni relevansi sumber elektronik dengan kegiatan akademik dan publikasi PT tersebut, dan Scholar (Sc), yakni jumlah publikasi dan situs bermutu pada domain PT.

“Data yang dikumpulkan dengan empat indikator tersebut diolah dan digunakan untuk memeringkat lebih kurang 4000 PT dari seluruh dunia. Daftar peringkat PT dikeluarkan 2 kali setiap tahun, yakni bulan Januari dan Juli,” jelas Bambang Pras.

Bambang Pras juga menambahkan, kebanyakan top rank webomatric perguruan tinggi memiliki bandwidth ke internet dengan kapasitas besar. Dengan demikian, kualitas layanan informasi universitas seperti UGM sangat tergantung penuh pada kreativitas civitas akademika.

“Hal yang dinilai adalah content yang ada. Kita memang agak berbeda dengan perguruan tinggi yang lain, karena kebanyakan perguruan tinggi lain selain UGM, content web banyak dimanfaatkan dan digunakan oleh unit khusus atau panitia, namun di UGM content web banyak diisi oleh warga UGM sendiri secara langsung,” jelasnya.

Ke depan, kata bambang, untuk terus meningkatkan peringkat UGM mencapai peringkat top dunia, pihaknya terus akan mengikuti trend yang sudah berjalan selama ini, dengan berupaya memperbanyak jumlah dosen dan mahasiswa yang telah berpartisipasi dan juga meningkatkan mutu website dari unit-unit kerja.

“Upaya ini tetap dilakukan sampai kita mencapai top rank peringkat dunia,” imbuhnya.

Bambang Pras juga sempat menyinggung, meski peringkat website UGM masih terbaik di Indonesia namun dirinya masih mengeluhkan beberapa fakultas di lingkungan UGM sebagian besar tidak mengupdate data di website masing-masing.

“Solusinya, kita akan membentuk komisi sistem informasi yang beranggotakan tim IT dari tiap-tiap unit kerja. Jika anggota tim unit kerja ini bergabung nantinya bisa saling belajar,” tandasnya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

sumber:http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=1751