Selasa, 09 Desember 2008

Dokter Gigi Kok Bisa Mendeteksi Diabetes Mellitus???

Dokter gigi mempunyai peranan utama pada pasien yang mempunyai penyakit diabetes mellitus dan akan melakukan perawatan kesehatan mulut, yakni dokter gigi dapat mendiagnosis penyakit dibetes mellitus ini melelui tanda dan gejala yang tampak di rongga mulut dan kemudian di rujuk ke ahli penyakit dalam.

Diabetes mellitus merupakan sidrom yang komplek dan merusak. Ini digambarkan dengan abnormal-nya metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang nantinya akan menyebabkan defisiensi insulin, yang dihubungkan dengan kerusakan autoimun
  KONDISI FISIK PENDERITA DIABETES MELLITUS
rambut
· Penderita Diabetes Mellitus yang sudah menahun dan tak terawat secara baik, biasanya rambutnya lebih tipis.
· Bila akar rambut terserang, rambut mudah rontok
·  Rontok rambut ini dapat sembuh kembali dalam 2 atau 3 bulan, jika Diabetes Mellitus segera dirawat dengan baik, diberi vitamin (beta karoten, vitamin E dan C) dan mineral, serta cairan penguat akar rambut atau hairtonic.
Telinga
· Karena urat syaraf bagian pendengaran penderita Diabetes Mellitus mudah rusak, telinga sering mendenging.
· Bila keadaan ini tidak segera diobati atau dirawat dengan baik, pendengarannya akan merosot bahkan bisa menjadi tuli
Mata
· Bila kadar glukosa dalam darah mendadak tinggi, lensa mata menjadi cembung dan penderita mengeluh kabur, biasanya penderita akan sering mengganti kacamata.
· Penyakit ini dapat menjadikan lensa mata menjadi keruh (tampak putih) dan biasanya menjadi kabur yang disebut katarak. Bila katarak sudah tebal, harus dioperasi.
· Komplikasi menahun pada mata yang lain adalah meningkatnya tekan bola mata yang disebut glaucoma, keadaan ini sering ditandai dengan rasa pusing disekitar mata.
· Produksi air mata cenderung berkurang sehingga memerlukan obat tetes mata.
· Keadaan ini biasanya akan timbul sesudah mengidap lebih dari 10 –15 tahun. Adalah terganggunya alat penerima sinar atau retina yang terletak dibelakang lensa mata. Gangguan pada retina mata ini disebut retinopati diabetic.
Lidah
· Lidah penderita sering membesar dan tebal bila sudah lama mengidap penyakit ini
· Kadang timbul gangguan rasa sensitivitas pada lidah atau rasa makannya terganggu

Saliva
· Ludah penderita seringkali menjadi lebih kental, sehingga mulutnya terasa kering yang disebut Xerostomia Diabetic. Sebaliknya ludah kadang-kadang berlebihan yang disebut Hipersavili Diabetic.
Gigi dan gusi
· jaringan yang mengikat gigi pada rahang yang disebut periodonsium mudah rusak, gigi penderita Diabetes Mellitus mudah goyah bahkan mudah lepas. Makanya penderita Diabetes Mellitus jangan terburu-buru mencabut gigi bila giginya mudah goyah, tetapi rawatlah dulu Diabetes Mellitusnya
· Gusi penderita Diabetes Mellitus seringkali bengkak dan infeksi. Karena sering mengalami infeksi, bau mulut penderita Diabetes Mellitus sering kurang enak (foetor exoris diabetic).
Paru
· Penderita Diabetes Mellitus kalau batuk biasanya berlangsung lama, pertahanan tubuhnya menurun bila dibandingkan dengan orang normal, dan biasanya mudah terserang TBC. Agar TBC paru cepat sembuh harus segera dirawat dengan baik.
Jantung
· Penderita Diabetes Mellitus lebih mudah menderita penyakit jantung koroner yaitu penyakit jantung yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner. Jika ini terjadi, otot jantung akan kekurangan oksigen dari makanan, dan akan menjadi lemah atau sebagian jantung mati. Keadaan ini disebut infark jantung (infark mokard akut). Penderita mudah sesak nafas ketika jalan atau naik tangga yang disebut payah jantung atau Dekompensasi cordis.
Liver
Penderita yang tidak dirawat dengan baik, akan menderita penyakit lever akibat diabetesnya. Jadi bukan karena kekurang glukosa dalam hati. Kelainan ini disebut penyakit hati diabetic. Selain itu juga mudah terserang penyakit radang hati karena virus hepatitis B dan C, oleh karena itu penderita Diabetes Mellitus harus menjauhkan diri dari penderita hepatitis. penderita hepatitis yang kronik dapat pula menderita Diabetes Mellitus bila sudah banyak sel hati yang rusak.
Merupakan anggapan yang keliru jika penderita Diabetes juga menderita penyakit hati karena kekurangan glukosa, padahal yang benar :
·  Penderita Diabetes tidak boleh minum glukosa, meskipun juga menderita penyakit lever
· Penderita ini mudah menderita penyakit hati karena tidak dirawat dengan baik
Lambung
· Karena sudah lama menderita Diabetes Mellitus akhirnya urat syaraf yang memelihara lambung akan rusak sehingga fungsi lambung menjadi lemah
· Keadaan ini akan menimbulkan rasa mual, perut terasa penuh, kembung, makanan tidak lekas turun, kadang-kadang timbul rasa sakit di ulu hati. Tapi kalau dirawat dengan baik akan hilang dalam 10 – 20 hari
Usus
· Gangguan pada usus yang sering dialami penderita adalah sukar buang air besar.
· Dengan merawat Diabetes Mellitus sesuai dengan petunjuk, minum banyak, banyak makan sayuran, olahraga secara teratur serta minum obat-obatan tertentu. Keluhan tersebut akan berkurang dalam waktu yang relatif lama. Keluhan tersebut disebut Obtipasi Diabetic.
· Keadaan sebaliknya kadang menunjukkan keluhan diare, kotoran banyak mengandung air tanpa mules. Sering timbul pada malam hari, dapat terjadi 4 – 5 hari yang disebut Diare Diabetic.
Ginjal
· Dibandingkan dengan orang normal, penderita lebih cenderung mengalami gangguan fungsi ginjal yang disebabkan oleh faktor infeksi yang berulang-ulang yang dialami penderita Diabetes Mellitus
· Adanya faktor penyempitan pembuluh darah kapiler yang disebut Mikrongiopati Diabetic di dalam ginjal
· Maniferstasi komplikasi Mikroangiopati Diabetic pada ginjal disebut Nefropati Diabetes dan mempunyai 4 tipe atau stadium yaitu :
·  Tipe B Stadium I
· Tipe B2 Stadium II
· Tipe B3 Stadium III
· Tipe Bc Stadium IV stadium terminal (stadium akhir)
Pada stadium III atau IV, fungsi ginjal sangat jelek dan seringkali penderita perlu mengalami cuci darah atau Hemodialisis
Kandung kemih
· Kandung kemih penderita ini harus diperhatikan karena sering mengalami infeksi saluran kemih. Jika ini terjadi penderita sulit buang air kecil, urine tertimbun dan tertahan di dalam kantong kemih, keadaan ini disebut Retensio Urine.
· Sebaliknya bila sifat kontrol urat syarafnya terganggu, penderita sering ngompol atau kencing keluar sendiri yang disebut Inkontinensia Urine.
Pembuluh darah
· Lumpuh atau lemah separo
· Bila lumpuh disebelah kanan dapat disertai gangguan bicara bahkan bisu
· Bila sumbatan terjadi di daerah yang penting penderita bisa meninggal dunia
· Bila keadaan tersebut terjadi atasi segera dengan merawat Diabetes Mellitusnya di rumah sakit dengan memberikan tablet Aspirin, suntikan dan tablet Persantin serta obat-obatan lain golongan OAAT (Obat Anti Agregasi Trombosit)
Komplikasi yang paling berbahaya pada penderita ini adalah komplikasi pada pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah pada penderita ini disebut Angiopati Diabetic. Sedangkan Angiopati Diabetic pada pembulug darah kapiler disebut Mikroangiopatik Diabetic. Misalnya pada retina mata disebut Retinopati Diabetic dan pada ginjal disebut Neropati Diabetic. Secara medik, penderita Diabetes Mellitus ditentukan oleh kualita pembuluh darah
Kondisi seksual
Selama urat syaraf yang memelihara alat seksual tidak terganggu, biasanya kemampuan seksual penderita tetap normal. Tetapi jika kerusakaan syarafnya sudah berat dan permanen, biasanya penderita akan menjadi impoten. Impoten ini pada umumnya tidak boleh diobati dengan suntikan hormon seks pria yang disebut Testosterone karena biasanya kadar hormon testosterone penderita Diabetes Mellitus masih normal. Impotensi pada penderita Diabetes Mellitus dapat dibedakan atas dua jenis yaitu impotensi neurogenik dan impotensi psikogenik.
Saraf
Karena kadar glukosa demikian tinggi, keadaan ini merusak urat syaraf. Kelainan urat syaraf akibat Diabetes Mellitus disebut Neuropati Diabetic.
Gejala Neuropati Diabetic yang sering muncul adalah :
· Kesemutan
· Rasa panas atau rasa tertusuk-tusuk jarum
· Bila rasa tebal terjadi ditelapak kaki penderita merasa seperti berjalan di atas kasur.
· Bahkan sering ketinggal sandalnya di tenpat tertentu
· Kram
· Badan sakit semua, terutama pada malam hari
· Bila kerusakkan itu terjadi pada banyak urat syaraf disebut Polineuropati Diabetic
· Jalan penderita akan pincang dan ototnya menjadi mengecil yang disebut Atrofi
· Semua kelainan syaraf akibat Diabetes Mellitus ini dapat diatasi bila keadaannya belum terlambat.